Halo teman-teman, di tulisan blog kali ini saya akan melanjutkan cerita dari tulisan sebelumnya tentang Solo Backpacker Ke Malang & Batu. Saya akan menceritakan perjalanan mulai dari Malang sampai ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan menggunakan motocross, serta biaya-biaya apa saja yang saya keluarkan untuk bisa pergi kesana. Oke teman-teman, langsung saja baca cerita saya di bawah ini.
LATAR BELAKANG GUNUNG BROMO
Gunung Bromo atau dalam bahasa Tengger dieja "Brama", adalah sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakin Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.
Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi, Ia mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. (Sumber : Wikipedia)
PERJALANAN MENUJU GUNUNG BROMO
Pertama, saya mencari sewa motocross dari daerah Universitas Muhammadiyah Malang. Setelah mencari-cari akhirnya saya mendapatkan sewa untuk 2 motocross selama 1 hari. Saya berangkat dari daerah UMM sekitar jam 01.30 WIB pagi dan mengendarai dengan kecepatan rata-rata 40km/jam yang rencana nya melewati jalur belakang yang tembus langsung ke penanjakan Gunung Bromo.
Ternyata setelah hampir sampai di dekat daerah penanjakan, jalan yang saya lalui ditutup karena ada pengaspalan jalan. Sampai disana sekitar jam 03.30 WIB pagi menjelang subuh, dengan terpaksa saya harus memutar balik ke arah Tumpang yang cukup lumayan jauh. Akhirnya saya balik arah dan adzan subuh pun berkumandang, saya memutuskan untuk sholat di masjid terlebih dahulu.
Setelah itu saya melanjutkan perjalanan lagi, dalam perjalanan putar balik saya sudah pada jam 04.30 WIB pagi, dengan menyesal saya tidak bisa mendapatkan moment sunrise Gunung Bromo karena tidak sempat untuk mengejar waktu sampai gerbang tumpang. Akhirnya saya tetap melanjutkan perjalanan dan sampai gerbang tumpang sekitar jam 07.00 WIB pagi.
TEMPAT LOKET GERBANG TUMPANG
Setelah saya sampai di pintu gerbang tumpang, selanjutnya saya membeli tiket di loket seperti yang ada di foto atas. Kalian bisa membaca untuk info harga tiket yang disediakan oleh pihak pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Berikut rincian biaya yang saya keluarkan mulai dari sewa motor sampai pada saat membeli tiket masuk Bromo, sebagai berikut :
- Motocross : Rp250.000/hari (exclude bensin/dapet sisaan dari penyewa sebelumnya)
- Tiket Masuk Motor : Rp5.000/motor
- Tiket Masuk Tumpang : Rp.22.500/orang
Note : Harga tiket masuk pada weekdays dan weekend itu berbeda ya teman-teman, dan untuk harga tiket domestik dan non-domestik juga berbeda. Jadi dibaca terlebih dahulu gambar diatas yaa.
SAMPAI DI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU
Setelah melakukan perjalanan yang cukup melelahkan dengan menggunakan motocross selama ± 8 jam karena terlalu santai dan beberapa masalah membuat perjalanan saya sangat terganggu. Akhirnya saya sampai di Gunung Bromo, pertama kali masuk kawasan Gunung Bromo saya merasa takjub dengan keindahan nya.
Sesampai nya disana, saya mencari tempat yang teduh untuk beristirahat sejenak sambil menyantap makan siang yang dibawa semenjak awal berangkat. Tidak lama saya beristirahat di tempat ini ternyata ada yang melakukan sesi foto prewed. Heem, hawa-hawa baper mulai menyelimuti hati saya waktu itu, karena saya jadi ingin melakukan foto prewed juga disini.
Setelah cukup lama bersantai di dekat gerbang masuk kawasan Gunung Bromo, saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Gunung Bromo. Tidak mudah untuk sampai ke Gunung Bromo ini, karena kamu akan melewati labilnya lautan pasir yang menyulitkan para pemotor cross untuk bisa sampai ke Gunung Bromo. Kamu di wajibkan untuk memakai motocross karena jika kamu menggunakan selain motocross itu akan lebih sangat sulit bisa cepat sampai ke Gunung Bromo.
Cukup memakan waktu untuk melewati lautan pasir ini, karena beberapa kali saya harus berhenti karena jatuh. Tapi kamu juga bisa melihat keindahan lembah atau tebing yang terlihat seperti lukisan tangan manusia, jika kamu kesini untuk pertama kali pasti akan takjub melihatnya. Dan akhirnya setelah cukup lama, saya sampai di dekat Gunung Bromo. Tidak lupa saya mengabadikan moment ini beberapa kali untuk bisa update di sosial media, hehe.
Mungkin itu saja yang bisa saya ceritakan sesuai dengan perjalanan yang saya alami waktu itu, untuk kamu yang ingin kesini jangan lupa utamakan keselamatan ya. Terima kasih sudah membaca blog ini, jangan lupa untuk membaca tulisan blog saya selanjutnya.









